Dinas PU lakukan uji beban di jembatan soekarno-hatta malang, ada apa???

Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum akan mengambil keputusan dalam waktu dekat terkait kondisi Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang merupakan aset pemerintah provinsi.

Jembatan itu sempat membuat heboh dunia maya setelah tersebarnya foto hoax yang menggambarkan kondisi jembatan melengkung.

Meski foto tersebut palsu, kondisi jembatan tetap harus diperhatikan karena, menurut UPT Bina Marga Malang, usia minimal jembatan hanya tinggal lima tahun. Dalam perencanaan awal pembangunan, usia jembatan diperkirakan mampu bertahan 30 tahun sejak pertama dibangun pada 1988.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Supaad, saat dihubungi dari Malang, mengatakan, keputusan terkait masa depan jembatan akan diambil setelah hasil rekomendasi dari tim yang berkompetensi dan legal sudah turun.

Tim itu terdiri atas anggota Direktorat Jembatan dari Bina Marga di Jakarta dan Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Rencananya hari Senin (8/3) dan Selasa (9/3) tim dari Direktorat Jembatan dari Bina Marga akan tinjau lapangan dan dimungkinkan untuk melakukan uji beban dinamis dan statis (Jembatan Suhat),” ungkapnya, Jumat (4/3/2016).

Sehari setelahnya, tim dari KKJTJ juga akan datang ke Kota Malang untuk meninjau kondisi jembatan dari sisi mereka.

Supaad menjelaskan, tim tersebut akan menggeluarkan rekomendasi yang hasilnya bakal dijadikan acuan Pemprov Jatim. Menurut dia, dua lembaga itu sudah berkompetensi untuk melakukan kajian. Selain juga, dua lembaga itu berwenang memberi rekomendasi.

Hasil Kajian dari tim Ahli Universitas Brawijaya dua tahun lalu, menurut dia, kemingkinan dapat juga dijadikan referensi data awal. Namun, karena pihaknya tak terlalu berkompeten tentang keilmuan detail, Supaad bilang, persoalan tersebut bakal dialihkan sepenuhnya pada tim.

“Saya enggak hafal siapa saja person yang ada dalam tim itu. Tapi sifat lembaga ini (Direktorat Jembatan dan KKJTJ) independen. Dan setahu saya semua anggota yang ada di dalamnya kompeten di bidang jembatan,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Jember itu.

Supaad juga enggan mengomentari munculnya foto jembatan Suhat hoax di media sosial. Alasannya, sudah terlalu banyak komentar yang keluar baik dari pejabat, akademisi, maupun orang awam. Saat dimintai pendapat terkait himbauan ke pengguna Jembatan Suhat, ia juga enggan. “Sudah dihimbau Pak Wali Kota dan Polisi. Enggak usah saya,” ungkapnya.

Kabag Humas Pemkot Malang M Nur Widianto mengatakan, Pemkot Malang sudah berusaha mengurangi beban Jembatan Suhat dengan memasang lampu merah sebelum jembatan pada pekan lalu, tujuannya supaya kendaraan yang berhenti akibat mengantre tak membebani jembatan.

“Tapi hanya dianggap lampu taman yang tidak digubris sama sekali oleh penggendara. Hanya dipatuhi saat ada petugas saja. Mungkin ini yang perlu diedukasikan,” ujarnya.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) menyatakan bahwa secara struktur jembatan Suhat di Kota Malang masih layak untuk dilewati. Pernyataan ini menjawab keresahan warga Malang menyusul beredarnya foto bagian bawah jembatan Suhat yang melengkung. Kementerian sudah melakukan uji beban pada jembatan ini pada Rabu (8/3/2016) malam. Pengujian dilakukan dengan menempatkan 8 truk dengan masing-masing truk bermuatan 20 ton parkir di atas jembatan untuk menguji kekuatan jembatan tersebut.

“Hasil yang didapatkan secara teknis lab komputerisasi, jembatan masih aman digunakan,” ujar Kepala Dinas UPT PU Bina Marga Pemprov Jatim, Supaad saat melakukan pertemuan di Hotel Atria Malang.

Uji beban tersebut merupakan rekomendasi dari Universitas Brawijaya Malang sejak tahun 2014 lalu, namun baru terealisasi saat ini.

Meskipun demikian, Supaad mengatakan suatu saat jembatan Suhat akan diganti. Selain faktor keamanan jembatan akan diganti untuk menghilangkan keresahan warga yang melewati jembatan Suhat mengingat getaran yang ditimbulkan.

“Apalagi kalau kendaraan berhenti di atas jembatan, getarannya makin besar,” imbuhnya.

Namun karena jembatan dirasa masih layak untuk digunakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang meliputi pengencangan baut melebihi standar, mengecek keretakan serta memberikan elastomer bearing pad untuk meredam getaran.

“Sebenarnya jika bus dan truk mau lewat juga tidak masalah, tapi kembali lagi kepada kebijakan Pemkot Malang,” tuturnya.

Ia menambahkan, jembatan yang berusia 28 tahun tersebut cacat sejak pertama kali dibangun. Terdapat dua baut yang tidak presisi dan satu baut yang ukurannya tidak tepat.

“Total ada 3 baut yang tidak terpasang, jika dipaksa dipasang bakal sobek,” tambahnya.

Warga Kota Malang tak perlu lagi mengkhawatirkan keamanan Jembatan Soekarno-Hatta di Kecamatan Lowokwaru. Hasil kajian uji beban oleh tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) menunjukkan bahwa Jembatan Suhat aman dilintasi.

Kajian itu dilakukan Rabu (9/3/2016) petang hingga sekitar pukul 04.00 WIB. Cara pengujian jembatan Suhat yakni dengan menaruh delapan dump truck berbobot total 160 ton di atas jembatan.

Kasubdit Teknik Jembatan Ditjen Bina Marga Direktorat Bina Teknik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Iwan Zarkasi, mengatakan, kondisi jembatan saat ditindihi beban itu memang melendut, namun besaran lendutan masih dalam kondisi aman. Selain itu, hasil pengujian getaran saat jembatan kosong juga hanya mencapai 2,19 Hz.

“Di bawah 2,2 Hz masih aman lah,” kata dia, usai pemaparan hasil pengujian Jembatan Suhat di Hotel Atria Malang, Rabu (9/3/2016).

Peserta lain yang hadir dalam pemaparan itu antara lain Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Supaat, Kapus Litbang Kementrian PU Pera Hari Fasha, dan Kepala Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya Sugeng P Budio.

Pengujian itu, lanjut Iwan, dilakukan dengan peralatan lengkap.

Prosesnya keseluruhan dilakukan selama dua hari di jam dini hari. Pengujian pertama untuk mengecek uji tanpa beban, sementara hari kedua untuk mengecek uji beban. Seluruh komponen jembatan juga diperiksa merata. Termasuk baut, kondisi baja, serta kondisi beton.

Supaat mengatakan, dari ribuan baut yang terpasang di jembatan baja itu, ada tiga titik yang cacat sejak dibangun. Kecacatan itu menyebabkan baut terpasang miring. Salah satu lubang untuk baut juga tak diisi karena kondisinya tak memungkinkan.

Namun, ia meyakinkan hal tersebut tak akan berdampak pada keamanan jembatan. “Tiga dari ribuan baut itu tidak ada pengaruhnya. Dan itu memang cacat sejak awal. Dulu sudah pernah kami cek,” ungkapnya.

Lendutan dan getaran yang terjadi pada Jembatan Suhat juga dinilai masih sangat wajar dibanding dengan kondisi jembatan milik pemerintah provinsi Jatim lain. Ia menyebutkan beberapa jembatan yang lendutan dan getarannya justru lebih para antara lain Jembatan Sembayat dan Jembatan Boboh di Gresik, serta Jembatan Cincin Lama dan Jembatan Sedayu Lawas di Lamongan.

“Keempat jembatan itu kalau ada yang lewat, getarannya sangat terasa. Sementara yang terjadi di Jembatan Suhat ini masih sangat normal,” ungkapnya.

Hanya saja, keempat jembatan yang disebut terletak di luar daerah kota. Sebab itu intensitas kendaraan yang melewatinya tak setinggi di Jembatan Suhat.

Supaat bilang, setelah ini pihaknya akan memperbaiki dan menambah beberapa komponen di Jembatan Suhat agar getaran lebih teredam.

“Karena ini menimbulkan masyarakat tidak nyaman, khawatir, dan takut, maka kami akan mengeliminir getaran. Nanti kita akan ganti beberapa bagian jembatan yang bisa memperkecil getaran. Kalau pada mobil, istilahnya mengurangi suspensi,” tambahnya.

Berdasarkan hasil kajian itu, Sapaat meyakini jembatan masih aman dipakai hingga usia minimalnya, yakni 50 tahun sejak pertama dibangun pada 1988.

Penasaran dengan kodisi jembatan Suhat terkini??

Simak Video berikut ini..

Sumber : Surya Malang, Malang TIMES dan berbagai narasumber lainnya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s