Category: News

Major Types of Bridges

There are 4 major Types of Bridges

1.Type Beam

Beam – The beam type is the simplest type of bridge. The beam bridge could be anything as simple as a plank of wood to a complex structure. It is made of two or more supports which hold up a beam.
 2.Type Arch

Arch – In the arch type of bridge, weight is carried outward along two paths, curving toward the ground.

 

3.Type Cantilever 

Cantilever – In the cantilever type of bridge, two beams support another beam, which is where the deck or trafficway is. The two beams must be anchored, and this must be done well.

 

4.Suspension/Cable Strayed

Suspension/Cable-stayed -The deck (trafficway) of a suspension bridge is hung by cables which hang from towers. The cables transfer the weight to the towers, which transfer the weight to the ground.
Cable-stayed bridges have towers, but cables from the towers go directly to the road deck, instead of spanning from tower to tower.

ASPHALTIC PLUG JOINT

ASPHALTIC PLUG JOINT  adalah material binder atau “SIAR MUAI” yang bermutu tinggi.
Sebagai hasil modifikasi  dari bahan aspal  dan karet sintetis dan atau elastomer
serta bahan lainnnya sehingga produk ini bersifat  kuat, liat, elastis, dan lebih tahan panas
(jauh diatas ASTM), yang diperuntukkan sebagai binder pada sambungan siar muai untuk jembatan dan jalan layang, khususnya dinegara beriklim tropis seperti di Indonesia.
Dimana beban traffic seringkali diatas ambang batas.

 

KEUNGGULAN PRODUK

  •  Liat, ulet, elastis dan tidak tembus air (Waterproof).
  •  Daya Lekat yang tinggi.
  •  Perawatan yang mudah.
  •  Pemasangan dan perbaikan yang mudah dan sederhana.
  •  Sanggup bertahan pada temperatur / suhu ruang yang tinggi , khususnya di daerah tropis.
  •  Tidak mudah teroksidasi dan terkontaminasi oleh bahan kimia lain.

 

 

 

 

Asphaltic Plug Bridge Joint System (1)Asphaltic Plug Joint (2)Asphaltic Plug Bridge Joint System (2)

DESKRIPSI

ASPHALTIC JOINT PLUG
adalah hasil formulasi yang presisi dari aspal minyak, elastomer polymer, material filler, dan stabilisator, serta beberapa material lain yang kemudian dilelehkan pada temperatur tertentu , dicampurkan hingga homogen, sampai akhirnya didapat produk yang bermutu tinggi, yang sesuai dengan kondisi ekstrim di Indonesia. Selanjutnya pada pemasangan dilapangan, ASPHALTIC PLUG JOINT dipanaskan kembali, lalu  ditambahkan aggregate
dengan ukuran tertentu yang bersih dan lulus uji mutu, dengan pelaksanaan teknis pemasangan yang sesuai prosedur standar yang telah baku.
Produk ini kami produksi dengan kontrol mutu yang ketat.

Sifat fisik produk
Tampak visual ……………………………….………………. Padatan dan Elastis dan Ulet
Warna ………..………………………………………………… Hitam
Berat Jenis (gr/cc)…………………………………….……… > 1,5
Cone penetration test 60°C (0.1mm, 5 dtk, 100 gr)……. 10 – 12 dmm
Titik lembek (softening point), ring and ball test °C….. 125o – 128o C
Tes kemiringan (flow resistence) %………………………. 0
Suhu tuang °C…………………………………………………. 180
Titik nyala dan titik bakar °C……………………………….. 324/ 340
Kelekatan pada batuan %……………………………………. 99%

PELAKSANAAN DI LAPANGAN
Semua permukaan pada rencana tempat siar muai dipasang harus dipastikan dalam keadaan kering,
bersih dari pasir, debu dan dari semua partikel lainnya, serta dikeringkan dengan udara panas dari kompresor.
Lebur ASPHALTIC PLUG JOINT pada boiler dengan mixer khusus sampai pada temperatur leleh (180° C),
jaga temperatur agar tidak lebih dari temperatur maksimum, jangan dipanaskan berlebihan,
dan perlu diusahakan agar tidak lebih dari 8 jam dalam keadaan panas, sebab kualitas produk akan berkurang.
Campurkan batu aggregate dengan ukuran tertentu dan lulus uji mutu yang sudah dibersihkan  dan dipanaskan dalam barrow mix ,
kemudian aspal panas dan batu panas dituangkan kedalam beli mix, kemudian diaduk dengan perbandingan tertentu sampai homogen dan adukan  siap untuk dipasang,
dengan mengikuti prosedure standar yang ada. Sebaiknya setiap adukan produk, atau ASPHALTIC PLUG JOINT   yang sudah dilelehkan dan
kemudian didinginkan kembali,  tidak dipakai lagi untuk pekerjaan berikutnya.

LINGKUNGAN, KESELAMATAN KERJA, KESEHATAN KERJA, SERTA TRANSPORTASI
Perhatian ekstra akan norma keselamatan kerja (Safety First) terhadap para personil harus diberikan ketika melaksanakan aplikasi produk ini.
Sarung tangan, kacamata pelindung, pakaian kerja yang sesuai, serta sepatu khusus harus dipakai oleh personil yang terlibat dengan pekerjaan ini.
Demikian juga dengan rambu dan tanda khusus lalulintas pada lokasi ketika pelaksanaan.
Pengangkutan produk ini dari satu lokasi kelokasi lain di Indonesia tidak memerlukan izin khusus, baik itu berdasarkan peraturan nasional maupun internasional,
sebab ASPHALTIC PLUG JOINT  tidak berbahaya bagi mahluk hidup maupun lingkungan.

Berikut Video “Asphaltic Plug Joint Replacement”
Kontak kami untuk kebutuhan ASPHALTIC PLUG JOINT anda.
CV. Gada Bina Usaha
Perusahaan Spesialis Produk Karet Konstruksi (PIONEER)
legalitas jelas – untuk customer luar pulau kami produsen dan penjual terpercaya (list customer ada).

Alamat Workshop :
Asrikaton Indah F6 GRAHA GBU Pakis – Malang
Recomended Seller Rekening Bank atas nama Perusahaan bukan Pribadi jaminan keamanan transaksi.
HOTLINE :
Julius Andreas

Call/WA : 081233069330
BBM : 25B1BC84

Jembatan Tanpa Hambatan

Jembatan Merupakan sebuah struktur yang berguna untuk menghilangkan hambatan, semisal jika ada jurang sungai ataupun rintangan yang lain jembatan berguna untuk menghilangkan hambatan tersebut. Disini kami akan mencoba membuat tulisan tentang jembatan jembatan di dunia yang menghilangkan hambatan. Disini kami akan mengulas tentang enam jembatan tanpa hambatan di dunia.

Mari kita lihat jembatan jembatan tanpa hambatan didunia:
tower-bridge

Jembatan Pertama Yaitu, Tower Birdge yang terletak di inggris tepatnya di kota london jembatan tanpa hambatan ini memiliki panjang 244 m yang melintasi sungai Thames.dan kini tower Bridge menjadi salah satu icon kota london.Tower bridge merupakan jembatan tanpa hambatan dengan dua menara seberat 70.000 ton yang di tanamkan kedalam tanah untuk menyangga konstruksi baja yang di gunakan oleh Tower Bridge ini seberat 11.000 ton dan juga di lapisi dengan batu granit cornish dan batu portland.Jembatan tanpa hambatan tower bridge yang terletak di kota london ini di bangun oleh para pekerja yang sangat tangguh sebanyak 432 orang.jembatan tanpa hambatan ini di bangun selama 8 tahun.
golden-gate-bridge

Jembatan Tanpa Hambatan yang kedua
yaitu Jembatan Golden Gate yang terletak di negara paman sam tepatnya kota sanfransisco.Jembatan tanpa hambatan kali ini merupakan jenis jembatan gantung yang melintasi selat antara selat san fransisco dan marin county.Jembatan Golden Gate ini memiliki panjang 2.727 M dan tinggi menara setinggi 230m.Golden gate juga menjadi icon kota sanfransisco.

sydney-harbour

Jembatan tanpa hambatan yang ketiga adalah Jembatan Sydney Harbour jembatan ini terletak di negara australia di kota sidney jembatan ini juga di juluki The Coat Hanger karena bentuk dari jembatan ini yang melengkung layaknya gantungan baju.Jembatan ini memiliki panjang 1.149m dan ketinggian jembatan 134m.jembatan ini juga di bangun selama delapan tahun.jembatan ini menggunakan baja dan bisa menyusut hingga 18cm tergantung dengan kondisi cuaca.

bosphorus-bridge

Jembatan tanpa hambatan yang ke empat adalah Jembatan Bosphorus yang terletak di negara turkey.jembatan ini dirancang oleh perancang terkemuka didunia yaitu sir gilbert robert dan william brown.Jembatan ini sangatlah istimewa karena jembatan yang memiliki panjang 1500 m dan lebar jalan selebar 40 m ini melintasi selat Bosphorus dan juga jembatan tanpa hambatan ini juga menghubungkan dua benua yaitu asia dan eropa.

hangzhou_bay_bridge1

Jembatan tanpa hambatan yang kelima adalah Jembatan Hangzhou bay yang terletak di negara china jembatan ini juga merupakan jembatan terpanjang di dunia dengan panjang 35.673KM.Jembatan ini menghubungkan ningbo cixi county selatan dengan jiaxing utara.jembatan ini di rancang oleh sekitar 600 ahli dan diperkirakan jembatan ini bisa bertahan sekitar 100 tahun..

 

Metode Pekerjaan Konstruksi Jembatan

Pekerjaan Konstruksi Jembatan

Pelaksanaan konstruksi merupakan rangkaian kegiatan atau bagian dari kegiatan dalam pekerjaan konstruksi mulai dari persiapan lapangan sampai dengan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi. Sebelum memulai pekerjaan pelaksanaan konstruksi, terlebih dahulu diadakan peninjauan keadaan lapangan (project site / field ) untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai keadaan lapangan dalam rangka menyusun kegiatan persiapan pelaksanaan pekerjaan. ( Djojowirono, 1991 )

Pelaksanaan pekerjaan persiapan merupakan salah satu metode dalam pelaksanaan kontruksi. Penerapan metode tersebut, terkait erat dengan kondisi lapangan dan jenis proyek yang dikerjakan. Setiap proyek adalah unik, tidak adadua proyek yang sama persis. Semua jenis proyek konstruksi umumnya dimulai dengan pelaksanaan pekerjaan persiapan.
Salah satu kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan persiapan adalah penyusunan rencana lapangan ( perencanaan site plan / site installation ). Tujuan pokok dalam perencanaan site plan / site installation adalah mengatur letak bangunan – bangunan fasilitas dan sarana pada proyek sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan pekerjaan konstruksi dapat berjalan dengan :
· Efisien
Penempatan dari bangunan-bangunan fasilitas dan sarana pada proyek perlu diatur menurut kebutuhan sehingga diperoleh efisiensi kerja. Efisiensi kerja adalah pencapaian perbandingan terbaik antara sumber tenaga / daya dengan hasil pelaksanaan. ( Djojowirono, 1991 ). Oleh karena itu, letak bangunan-bangunan fasilitas dan sarana tersebut tidak boleh saling mengganggu satu dengan yang lainnya, baik jarak maupun ukurannya.
· Efektif
Penempatan bangunan-bangunan fasilitas dan sarana yang efektif padaproyek juga dibutuhkan dalam menunjang pekerjaan konstruksi. Efektif adalah dapat diselesaikannya suatu pekerjaan sesuai dengan rencanab(schedule) kerja yang telah disusun. ( Djojowirono, 1991 ). Perencanaan site plan / site installation yang tidak efektif dapatbmengakibatkan terjadinya keterlambatan proyek dan bertambahnya anggaran biaya proyek.
· Lancar
Yang dimaksud dengan lancar dalam perencanaan site plan / site installation adalah kelancaran pelaksanaan pekerjaan, terutama kelancaran transportasi / angkutan di lokasi royek. ( Djojowirono, 1991 ) Pembuatan jalan kerja untuk mendukung kelancaran transportasi sangat erat hubungannya dengan perletakan bangunan-bangunan fasilitas dan sarana proyek lainnya. Terganggunya kelancaran transportasi dapat mengakibatkan timbulnya hambatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi sehingga jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi dapat menyimpang dari rencana kerja yang telah tersusun.
· Aman
Salah satu tujuan dibuatnya bangunan-bangunan fasilitas dan sarana pada proyek adalah untuk keperluan keamanan dan keselamatan pekerjaan selama berlangsungnya kegiatan proyek. Yang dimaksud dengan keamanan adalah menghindarkan gangguan pencurian, kehilangan dan kerusakan peralatan serta bahan-bahan bangunan. Sedangkan yang dimaksud dengan keselamatan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan para tenaga kerja. ( Djojowirono, 1991 )

PERENCANAAN SITE PLAN / SITE INSTALLATION PROYEK

Dalam merencanakan site plan/site installation untuk pekerjaan perlu diperhitungkan secara cermat penempatan masing – masing fasilitas dan sarana yang diperlukan dalam menunjang pelaksanaan metode pekerjaan konstruksi.
Dalam memperhatikan kondisi lapangan yang ada dan disesuaikan dengan desainlay out yang akan dikerjakan, penempatan fasilitas dan sarana proyek diharapkan nantinya dapat berfungsi secara optimal sesuai perencanaan. Perlu dipertimbangkan bahwa seluruh fasilitas dan sarana proyek yang dibangun untuk pekerjaan persiapan tersebut adalah bersifat sementara dan nantinya akan dibongkar setelah pelaksanaan proyek selesai.
Walaupun demikian pemilihan bahan bangunan dan konstruksi harusdipertimbangkan agar bangunan fasilitas dan sarana tersebut dapat bertahan selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan bangunan utama / pokok serta dapat menjamin keamanan dan keselamatan para penggunanya.

1. PINTU KELUAR MASUK PROYEK
Pintu keluar masuk proyek merupakan tempat yang dilalui orang / pekerja dan kendaraan proyek untuk mobilisasi material sebagai gerbang yang membatasi area lokasi proyek dengan lingkungan sekitar. Pada pembuatan pintu masuk dan keluar orang / pekerja harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :
a. Pintu dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap keluar masuknya orang orang yang bekerja/ berkepentingan.
b. Harus dilengkapi dengan gardu untuk penjaga yang terlindung dari panas dan hujan.
c. Dilengkapi sistem kunci yang aman apabila sewaktu-waktu kegiatan proyek terhenti.
d. Dilengkapi penerangan yang cukup untuk memudahkan pemeriksaan pada malam hari, minimal menjangkau penerangan dalam radius 6 (enam) meter.
Pintu masuk dan keluar untuk kendaraan proyek dapat dibuat terpisah,dengan pertimbangan :
a. Ukuran / lebar disesuaikan dengan peralatan / kendaraan, dengan diberikan kelebihan lebar minimal 50 (lima puluh) cm.
b. Tidak mengganggu kendaraan lain.
c. Perlu pengamanan yang berbeda dengan pintu keluar masuk untuk umum dan kendaraan kecil.
Peraturan Penempatan
Lokasi pintu masuk dan keluar berada pada area proyek yang berhadapan langsung dengan jalan utama. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan semua pihak yang berkepentingan dengan proyek menuju lokasi proyek.
2. JALAN KERJA
Jalan kerja adalah jalur lalu lintas kendaraan proyek,baik untuk truk material, truk mixer maupun untuk mobilisasi alat – alat berat. Konstruksi jalan kerja bersifat sementara, tetapi dalam perencanaannya harus tetap memperhitungkan beban lalu lintas yang akan melewatinya. Oleh karena itu, jalan kerja biasanya dibuat dengan perkerasan, baik menggunakan sirtu maupun aspal. Terutama, jika kondisi tanah di lokasi proyek cukup labil dan tidak cukup kuat untuk menahan beban lalu lintas proyek.
Peraturan Penempatan
Penempatan pintu keluar masuk jalan kerja proyek tidak boleh mengganggu arus lalu lintas dan prasarana kota. Apabila jalan masuk proyek tersebut melintasi trotoar dan
saluran umum maka perlu dibuat konstruksi pengaman berupa jembatan sementara untuk lalu lintas kendaraan keluar dan masuk proyek dengan terlebih dahulu melaporkan ke Dinas/Suku Dinas dan instansi terkait. Jalan kerja dibuat searah agar memudahkan atau tidak mengganggu kegiatan pembangunan.
3. DIREKSI KEET
Direksi keet adalah ruangan yang dibangun sebagai tempat pekerja bagi para staf dari kontraktor, pengawas, maupun pemilik proyek dilapangan. Ruangan ini dilengkapi beberapa fasilitas seperti ruang pimpinan, ruang rapat, ruang kerja staf, mushola dan toilet. Bangunan ini didesain mulai dengan ukuran 60 m2 sampai dengan 200 m2, baik bertingkat maupun tidak yang disesuaikan dengan bentuk di lapangan. Direksi keet dapat dibangun dengan berbagai macam cara, seperti menggunakan container dan yang umum digunakan adalah cara sistem rakitan. Pada sistem rakitan, konstruksi terdiri dari rangka baja sebagai struktur atas, dilapisi dinding plywood. Penutup atapnya terbuat dari bahan seng atau asbes, sedangkan pada plafon menggunakan bahan material plywood. Lantai bangunan direksi keet tak bertingkat menggunakan finishing keramik, sedangkan pada bangunan bertingkat, lantai atasnya menggunakan plywoodsetebal 20 mm.
Peraturan Penempatan
Pada umumnya dibangun diatas lahan yang tidak akan pernah terpakai. Letak bangunan tersebut dibangun sesuai dengan keinginan pemilik proyek, tetapi penempatannya tidak boleh mengganggu transportasi atau kegiatan yang sedang dan akan berlangsung.
4. BASE CAMP STAF PROYEK dan BARAK PEKERJA
Base camp dan barak pekerja merupakan tempat tinggal staf dan tenaga kerja proyek. Masing-masing dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, toilet dan dapur.
Peraturan Penempatan
Penempatan base camp dan barak pekerja dibuat terpisah. Base camp dan barak pekerja dibangun tidak jauh dari lokasi proyek. Penempatan base camp dan barak pekerja diluar lokasi proyek harus memperhatikan faktor lingkungan
sekitar, terutama dalam pembuatan sanitasi.
5. GUDANG MATERIAL dan PERALATAN
Gudang material adalah tempat penyimpanan material, dimana kondisi tempat tersebut harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembab. Kondisi gudang sangat mempengaruhi kualitas bahan dan peralatan yang digunakan. Gudang peralatan adalah tempat penyimpanan alat – alat ringan, seperti mesin genset, vibratoruntuk pemadatan beton, alat – alat pengukuran ( waterpass, theodolit ) serta berbagai komponen peralatan lainnya. Konstruksi gudang penyimpanan material dan peralatan dibangun seperti direksi keet, yaitu menggunakancontainer atau dirancang dengan sistem rakitan sehingga dapat digunakan berulang kali. Untuk lantai pada bangunan gudang tidak menggunakan keramik, hanya difinishing dengan semen.
Peraturan Penempatan
Lokasi gudang material dan peralatan berada diluar area bangunan yang akan dikerjakan. Untuk mempermudah proses bongkar muat material, penempatan gudang tidak jauh dari jalan kerja dan dapat dijangkau oleh tower crane. Untuk mempermudah proses penerimaan barang, gudang material sebaiknya diletakkan dekat dengan pintu masuk. Gudang material dan peralatan juga harus diletakkan pada tempat yang mudah dimonitor, sehingga terjamin keamanannya.
6. LOS KERJA BESI dan KAYU
Los kerja besi adalah tempat pemotongan dan pembengkokan besi beton. Los kerja kayu digunakan sebagai tempat pembuatan bekisting dan pekerjaan kayu lainnya. Kedua fasilitas tersebut dibangun tanpa dinding ( los ) tetapi tetap diberi penutup atap. Bentuk, ukuran dan konstruksi dari los kerja besi dan kayu harus dapat menjamin keselamatan dan ketentraman para pekerja yang bekerja di tempat tersebut
Peraturan Penempatan
Penempatan los kerja besi dan kayu tidak jauh dari penumpukan material dan berada di dekat jalur kerja agar memudahkan proses pelaksanaannya.
7. CRANE, PASSENGER HOIST dan LIFT BAHAN, BATCHING PUMP DAN CONCRETE PUMP
Tower crane merupakan alat berat yang berfungsi sebagai system transportasi vertikal untuk mobilisasi material dan elemen konstruksi. Passenger hoist adalah alat transportasi vertikal yang berfungsi memudahkan para staf dan pekerja proyek naik turun dilokasi proyek. Lift bahan adalah alat transportasi vertikal yang berfungsi untuk pengangkutan material pekerjaan finishing.Batching Pumpadalah alat/mesin untuk memproduksi beton. Concrete Pump adalah alat untuk menaikkan Beton / Ready mix Concrete ke lokasi pengecoran sehingga mempercepat dan mempermudah pelaksanaan pekerjaan.
Peraturan Penempatan
Penempatan tower crane, Batching dan concrete pump harus direncanakan dapat menjangkau seluruh area proyek konstruksi bangunan yang akan dikerjakan dengan manuver yang aman tanpa halangan. Konstruksi tower crane yang perlu direncanakan dengan cermat adalah pondasi dan penempatan bracing sebagai pengaku pada saat bangunan telah mencapai ketinggian tertentu. Passenger hoistdan lift bahan diletakkan pada sisi bangunan yang tidak memiliki halangan secara vertikal. Konstruksi passenger hoist dan lift bahan dibuat seperti padatower crane yang meliputi pondasi struktur rangka untuk rail lift, diperkuat dengan bracing yang diangkur ke struktur bangunan yang sudah jadi.
8. DISPOSAL AREA
Lingkungan proyek yang bersih, rapi dan sehat akan membantu meningkatkan produktifitas pekerja dan mengurangi resiko penyebab terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu setiap proyek memerlukan tempat pembuangan ( disposal area ) untuk membantu menjaga kebersihan di lokasi kerja. Umur sampah paling lama 1 x 24 jam sudah harus diangkut keluar lokasi proyek. Pengelompokkan sampah sesuai dengan jenisnya diperlukan untuk memudahkan proses pengangkutan. Bahan bongkaran dan lain-lain yang sudah tidak terpakai tersebut harus dibuang / diangkut ke luar lokasi pekerjaan atau ke tempat pembuangan yang aman. Tidak diperbolehkan membuang bahan kimia dan bahan beracun dan berbahaya atau bahan / sisa bahan yang mengandung zat tersebut yang dapat mencemari tanah dan air dan lingkungan.
Peraturan Penempatan
Tempat sampah berada pada setiap lokasi yang berpotensi menimbulkan sampah. Pekerja housekeeping akan mengangkut sampah dari setiap tempat sampah yang sudah terkumpul dan akan dibuang menuju tempat pembuangan yaitu berupa bak sampah besar. Bak sampah besar terletak pada area yang tidak akan dibangun, dan daerah yang jauh dari lokasi pekerjaan. Hal ini mencegah terganggunya produktivitas kerja akibat bau yang bersasal dari tempat pembuangan sampah.
9. RUMAH GENSET dan TANGKI AIR
Genset berfungsi sebagai pencipta daya listrik dilokasi proyek. Tangki air merupakan sarana proyek yang berfungsi sebagai sumber air.
Peraturan Penempatan
Genset dan tangki air diletakkan pada daerah yang tidak akan dibangun sampai dengan pembangunan proyek selesai. Masing – masing diletakkan pada area yang berpotensial membutuhkan listrik dan air.
10.POS JAGA dan PAGAR PROYEK
Pos jaga adalah tempat petugas keamanan proyek yang berfungsi memudahkan pengawasan keamanan seluruh kegiatan proyek. Pagar proyek merupakan batas lokasi yang berfungsi untuk membatasi dan menjaga keamanan kerja dalam lingkungan proyek. Konstruksi pagar proyek tergantung lokasi dan tempat pekerjaan dapat dibuat dengan menggunakan dinding beton atau seng dan didukung olehbtiang-tiang besi atau kayu dan diikat dengan baut pengikat pada jarak tertentu.
Peraturan Penempatan
Pos jaga mutlak diperlukan, yaitu sebagai tempat para petugas keamanan dapat bekerja selama 24 jam. Pos jaga diletakkan pada pintu masuk dan keluar proyek serta pada daerah rawan. Pembuatan pagar dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi merupakan suatu keharusan. Penempatannya mengitari lokasi proyek dengan tinggi minimal 2,5 meter dan memperhatikan keamanan serta estetika lingkungan Pembuatan pagar tersebut tidak melampaui garis sepadan jalan.

 

PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN PULAU SETOKO
REMPANG – BATAM
Rancang bangun jalan setoko – rembang ini mempunyai bentangan sepanjang 363 m dan akan diselesaikan dalam waktu 1165 hari kelender dengan nilai kontrak sebesar. Rp 43.186.825.000,-.

Rancang bangun jembatan ini terbagi menjadi tiga bagian utama :
1. 2 buah Abutmen
2. 4 buah Pilar
a. 2 buah Pilar darat
b. 2 buah Pilar laut
3. 1 buah Gelagar

Kedua macam pilar tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai penopang gelagar jembatan. Kondisi dan konstruksi kedua pilar ini berbeda. Pilar darat dibuat dan ditanam didarat sedangkan pilar laut ditanam didasar laut.

Gambar Pilar Laut


Gambar Pilar Darat

Dalam pembuatan abutmen haruslah ditentukan terlebih dahulu pemilikan begisting. Setelah diadakan penelitian begisting pasang bongkar lebih cocok dan hemat dalam pelaksanaannya. Dalam setiap tahapan kerja selalu melakukan pengendalian mutu. Mutu material dipilih dan diuji secara random. Pilr darat berfungsi sebagai pembantu pilar laut yang tugasnya menopang hampir seluruh beban gelagar jembatan.pembuatannya dilakukan secara bertahap;
1. Pembuatan bor pile sebagai pondasinya.
2. Pembuatan Pile cap sebagai landasan pilarnya
3. Pembuatan pilar darat

Konstruksi pilar darat ini dibuat dengan 4 kolom pilar yang akan menerima beban langsung dari gelagar jembatan.

Pilar laut ini adalah sebagai pilar inti penopang gelagar jembatan.untuk ukuran dan konstruksi berbeda dengan pilar darat
Pada pilar laut dikerjakan secara bertahap dan bibagi menjadi 4 bagian pokok:
1. Konstruksi core pile
2. Pile cape (juga berfungsi sebagai penopang pilar laut
3. Konstruksi pilar laut
4. Bentangan gelagar/box girder

 

1. Konstruksi Core Pile
a. Core Inner Pile

Tahap awal pembuatan pilar laut adalah pemancangan pipa chasing dengan diameter 180 cm sepanjang 33 m dengan jumlah 36 pipa. Untuk setiap pilar laut ditambah dua buah timepureri chasing. Pemancangan harus sampai ditanah keras atau bebatuan kemudian dibor dengan kedalaman 4 meter dan chasing diturunkan juga mencapai 4 m. Khusus trompai chasing diturunkan hingga 9 meter. Pengeboran dilanjutkan lagi hingga mencapai 14 m. Untuk pipa casing core pile disetiap sisi telah dipasang cluth dan disisi yang lain dipasang site conektor. Masing masing sebagai penyambung pipa yang jadi satu dengan pipa chasing lainnya.urutan pemancangan pipa casing cold pile dilakukan secara silang. Setelah pipa pipa inner pile tertanam semua kemudian dilakukan airlift. airlift berfungsi untuk membersihkan kotoran lumpur yang tidak diperlukan pada beton. Selesai airlift pipa grouting dimasukan dan dilanjutkan penulangan. Besi tulang dirangkai didarat dan dimasukan kedalam pipa chasing secara berurutan. Kini pile siap dilakukan pengecoran. Untuk menjamin mutu beton k350 tahan sulfat selama pengecoran dilakukan presure test; beton dicetak berbentuk kubus, bahannya diambil secara sampling dari tiap tiap 20m3 adonan beton kemudian dipasang label dan dikeringkan. Pengeringan selama 3 hari. Presure test dilakukan secara bertahap berdasarkan lama pengeringan; mulai 3 hari; 7 hari; 21 hari sampai 28 hari sampai bisa dipastikan semakin lama semakin keras.

Pengecoran bore pile dilakukan dengan sistem tremie yaitu pipa tramie yang dalamnya sudah diisi pipa pelampung dimasukan kedalam –pipa casing sampai kedasar pengeboran pelampung berfungsi sebagai penyikat beton dan air yang ada didalam pipa tremie saat beton dipompakan kedalam pipa trani pelampung akan pecah atau naik ke permukaan air. Untuk mendapatkan beton yang bermutu treni harus ada dipermukaan beton, tidak diijinkan diatas permukaan beton atau terlalu kedalam. Begitu seterusnya hingga permukaan beton mencapai permukaan kerja. Saat lantai kerja dilepas beton yang jelek kan tumpah kelaut sehingga didapatkan permukaan beton yang bermutu k 350. Setelah beton berumur 24 jam kemudian dilakukan grouting yaitu memasukan mortat proud untuk mengisi rongga rongga. Grouting ini dilakukan guna mendapatkan hasil beton yang bagus dan tidak berongga.
Caranya sebagai berikut :
Adukan mortat groud dimasukan kedalam ujung pipa galvanis dengan tekanan 6 bar sampai seluruh pipa galvanis terisi penuh. Hal ini ditandai dengan keluarnya adukan mortat proud dari ujung pipa yang lain. Kemudian ujung pipa ditutupdan tekanan dinaikan menjadi 75 bar.
Karena tekanan tinggi karet pembungkjus lubang pipa dibawah membuka atau pecah sehingga adukan mortal keluar dan menyebar mengisi rongga rongga. Begitu seterusnya pelaksanaan base grouting sampai rongga rongga terisi semua. Dalam satu bore pile dipasangan 3 buah instalasi pipa grouting sehingga dijamin bore pile ini benar benar bagus dan tidak berongga. Grouting dilakukan juga pada cluth. Prinsip kerjanya sama. Hanya pada cluth dipasang geotextil dab didalamnya dimasukan dua buah besi tulangan berdiameter 19 mm sepanjang cluth. Adukan mortat proud dimasukan kedalam geotextil degan tekanan 40 bar sampai rongga rongga bar terisi penuh.
b. Core Pile

Prinsip kerja dari galian core sama sama dengan pekerjaan airlift hanya pada pekerjaan ini ujung pipa drill diruncingkan dan dijatuhkan berulang ulang. Tujuannya untuk menggemburkan tanah keras didalam cole. Material tanah dikeluarkan bersamaan dengan keluarnya air yang disemburkan kompresor. Begitu seterusnya sampai mencapai elevasi tanah yang nilai SPTnya 50 atau 8 titik. Selesai penggalian cole dilanjutkan denganpenggalian penulangan cold dan airlift. Semuanya dipersiapkan untuk pengecoran coee agar mendapatkan beton yang benar benar bagus. Beton core memakai kualitas mutu beton k350 dengan slum 18 – 20 cm. Adonan beton k350 dicampur adiktif sikkaform 7 % yang berfungsi untuk menahan garam laut plus exisator desi 0,5 % yang berfungsi untuk memperlambat 12 jam pengerasan beton. Volume pengecoran cole mencapai 1200 m3 untuk itu dibagi menjadi 4 tahap dan diperlukan 2 buah Batching, dua buah concrete pump dan 4 buah pipa tremie. Setiap tahapan pengecoran mencapai tinggi 8 meter 3 kali dan tahap akhir 4 meter 1 kali. Pada akhir pengecoran core, beton paling atas yang bercampur lumpur dibuang sampai permukaan beton yang bagus. Setelah pengecoran core mencapai elevasi 2,3 meter kemudian dilakukan perawatan caranya permukaan beton ditutup styroform setebal 12 cm tujuan untuk menghambat penguapan dan menghindari terjadinya retak rambut.
Dalam pelaksanaan pengecoran core ini setiap tahapan selalu diawasi dan diperiksa spesifikasinya karena diterapkan sistem kendali mutu disetiap proses kerja
c. Out Core Pile

Selesai perawatan core dilanjutkan dengan pemancangan out core pile. Cara pemancangan sama dengan pada pemancangan iner core pile. Urutan pemancangan disesuaikan dengan kuatnya arus air laut. Outor pile 1 – 6 diselesaikan dalam satu sesi. Out core pile ke 7 – 12 dalam sesi yang lain sedangkan autor pile 13 &14 dipasangkan pada centra garis core. Kemudian out core dirangkai dengan cure pile memakai besi laberzing dan besi siku. Selesai dilakukan perawatan beton cole dilanjutkan dengan proses pembuatan pile cape.
2. Konstruksi Pile Cape
Pile cape ini dibuat dengan memasangkan beton pracetak yang dilingkarkan disekeliling out core pile. Out core pile yang telah sama dikaitkan dengan core pile ini pada dinding-dindingnya dipasang bracket bracket sebagai penopang beton pracetak. Pengelasan bracket ini ditentukan dengan bentuk, ukuran dan ketinggian yang sama kemudian dipasangkan beton cetak. Beton cetak ini berfungsi sebagai begisting pile cape. Untuk samping dinding dindingnya juga yang diterapkan beton cetak yang juga berfungsi sebagai begisting.

Untuk pembesian dilakukan secara silang menerapkan besi beton berdiameter 1 inchi dengan sistem kolom berjarak 20 cm. Dalam pembesian atau penulangan ini sangat menghindari sambungan. Sistem pengecoran dengan cara silang dan menerapkan beton berkualitas k 350. Beton dari batching pump di pompakan dari concrete pump melalui selang diarahkan sesuai dengan volume pertahap pengecoran. Begitu seterusnya sampai tahap pertama satu sudut selesai. Untuk satu pile cape pengecoran dilakukan secara bertahap dan dibagi menjadi 4 tahap.

3. Konstruksi Pilar

Konstruksi pilar ada du kolom, dalam satu kolom ada 2 pile cape yang selanjutnya menjadi titik tumpu beban gelagar. Hammer head ini dibuat berongga dan dapat dimanfaatkan sebagai jalan kerja peralatan maupun tenaga. Hummer head ini selain sebagai penopang beban gelagar juga sebagai bagian dari gelagar. Gelagar yang akan dibuat diawali dari hammer head dan sebahu dengan hummer head.

4. Konstruksi Gelagar
Sebelum melaksanakan pembuatan gelagar terlebih dahulu mengadakan penelitian untuk menentukan sistem begisting.pada gelagar jembatan ini menerapkan sistem begisting traveler form work. Kelebihan dari sistem begisting ini dapat dibongkar pasang ditempat dan dapat dipakai berulang kali. Sebelum instal traveler diatas hummer head terlebih dahulu dipersiapkan lubang lubang angkur traveler. Khusus untuk hummer head lubang lubang angkur dipersiapkan sesuai tahapan pengecoran box girder, maka lubang angkur dudukan rel ekstra harus tertanam pada beton.

Lubang angkur dibuat dengan pipa pvc yang diletakan sesuai dengan koordinat sesuai dengan koordinat yang telah ditentukan. Lubang-lubang angkur dipersiapkan untuk lubang dudukan angker, lubang angker rell dan lubang lubang penggantung form work. Pada form work ini begisting dibagi menjadi tiga bagian yaitu : begisting penggantung top slab, pegisitng penggantung button slab dan begisting penggantung sayap atau dinding box girder. Instal traver diatas hummer head dilakukan dari ponton dengan crane berkapasitas 80 ton, pada saat instal posisi ponton harus searah dengan arus air laut. Untuk traveler 1 dipasangkan pada salah satu ekstra hummer head setelah selesai diteruskan dengan traveler 2 sampai ke 8 traveler terpasang. Sistem instal dilakukan bermodul sesuai dengan urutannya yaitu instal rell, intal plat dan instal balok dudukan, instal penumpu roller scape. Intal modul utama. Onstal modul belakang, instal modul depan dan istal modul penghubung. Selesai instal traveler form dilanjutkan dengan pemasangan begisting box girder kemudian dilakukan penulangan dan pengecoran untuk segmen pertama gelagar. Untuk memindahkan traveler ke segmen selanjutnya dilakukan secara bertahap dan harus berurutan yaitu dengan langkah pertama rel didorong ke beton segmen didepannya sehingga permukaan segaris dengan pemukaan beton setelah itu angkur rel dipasang , angkur bar yang menghubungkan modul rel ke beton dilepas sehingga roda belakang menyentuh balok rel yang berfungsi sebagai angkur dan tumpuan rel. Jackk hidrolik diturunkan dengan cara mengendorkan lognatnya roller scape menyentuh permukaan rel. Setelah memasang angkur rel dan telah dipastikan sekencang mungkin maka traveler siap untuk digerakan. Penggerak traveler memangkai jack scope panjang. Selama pergerakan ini jack memakai tumpuan plat penghubung rell. Titik titip berhenti traveler adalah setiap 50 cm. Untuk satu segmen dilakukan pergerakan 6 kali, namun sebelum batas depan segmen terakhir pada jarak rell diberikan stivener yang berfungsi sebagai pengkaku permukaan. Setelah traveler posisi akhir pergerakan kemudian traveler diangkat dengan jack hidrolik sehingga roller scape menggantung dari rel kemudian modul utama kiri dan kanan dilevel dan lognate dikencangkan. Pemasangan angkur traveler setelah roda modul utama diturunkan, kini traveler siap untuk dibebani. Dalam menggerakkan traveler ini selalu menggunakan jack hidrolik sebagai pendorongnya. Pada akhir pergerakan leveling modul kanan dan kiri sangat menentukan ketinggian akan gelagar selanjutnya.untuk itu spesifikasi teknis harus selalu diikuti. Demikianlah proses maju setapak demi setapak akhirnya membentik jembatan yang kokoh. Dengan selesainya pengecoran bagian closer baik pada bagian tengan maupun tepi secara struktur selesai pula pekerjaan konstruksi jembatan yang kemudian diteruskan dengan pekerjaan finishing yang meliputi pekerjaan median., trotoar, ,relling jembatan, tiang listrik dan saluran drainasi.

Karet Bantalan Jembatan (Elastomeric Bearing Pads)

Elastomeric Bearing Pads

(Karet Jembatan, Jembatan Elastomer, Bantalan Jembatan, Karet Bearing Pad)

Merupakan salah satu elemen Jembatan yang terbuat dari karet alam atau karet sintetis ( neoprene ) yang berfungsi untuk meneruskan beban dari bangunan atas ke bangunan bawah.
Bahan-bahan campuran karet yang digunakan dalam pembuatan bantalan ini berupa polycholoprene asli (neoprene) yang tahan kristalisasi, atau polyisoprene asli (karet alam) saja sebagai polimer mentah.
Bantalan elastomer yang terbuat dari gabungan polycholoprene dan polyisoprene atau bahan lain, yang digabung dalam bentuk kompon, bentuk lapisan penyusun atau bentuk lainnya tidak diperbolehkan.
Seluruh bahan harus baru dan bukan daur ulang yang diambil dari bantalan yang telah jadi.

Sebagai tumpuan jembatan, antara girder dan abutmen. Elastomeric Bearing Pads mengurangi geseran dan getaran disebabkan oleh beban jembatan dan gerakan yang lainnya.
Penggunaan Karet Bantalan Jembatan sangat penting dalam konstruksi jembatan. Selain pemasangan dan perawatan yang  mudah, salah satu keunggulan produk ini juga memiliki waktu life time yang lebih lama.

Kami memproduksi Karet Bantalan Jembatan menggunakan material kompon karet alam maupun neoprene untuk daya tahan elastomer yang lebih baik,dengan proses produksi menggunakan mesin PRESS HIDRAULIC

IMG_0167

sehingga bisa memproduksi Karet Jembatan yang kuat dan solid.
Selain Bantalan Kami juga memproduksi Karet Konstruksi yang lain. Salah satunya berupa Rubber Strip atau biasa disebut Rubber Sheet. Dengan berbagai aplikasi untuk Konstruksi maupun Industri. Rubber Pads atau Karet lembaran biasanya memiliki ketebalan tidak lebih dari 3cm.

Inilah beberapa aplikasi yang umum dalam penggunaan Elastomeric Bearing Pad (Bantalan Karet, Rubber Sheet,Rubber Strip, Rubber Pads) :
– Bridge Railway/Railroad
– Bantalan Karet untuk Beton Bangunan
– Bantalan Karet untuk Pondasi Bangunan
– Area Garasi Parkir
– Walkways
– Bantalan peredam benturan
– Alas suatu struktur bangunan dimana fleksibilitas dari sifat Karet dibutuhkan
– Karet lembaran untuk peternakan
Maupun sebagai anti vibration rubber pad (sebagai alas peredam getaran pada mesin, pompa,
pipa, dsb).

Contoh Jenis Perletakan Elastomer Jembatan
Elastomer Bearing Pad Jenis 1 (300x350x36 mm)

ELASTOMERIC BEARING PADS 1PLAT (350x400x36 )5

ELASTOMERIC BEARING PADS POLOS (350x300x36)  8
Elastomer Bearing Pad Jenis 2 (350x400x39 mm)

ELASTOMERIC BEARING PADS POLOS(400x350x39)9

ELASTOMERIC BEARING PADS POLOS(400x350x39)6
Elastomer Bearing PadJenis 3 (400x450x45 mm)

ELASTOMERIC BEARING PADS POLOS(450x400x45)2

Terdapat 2 Type dari Elastomer Bearing Pads yang kami buat yaitu :
– Laminated Elastomeric Bearing Pads – Terdapat 2-3 lembar Plat Stainless / Baja pada bagian dalamnya.

P1050214
– Plain Elastomeric Bearing Pads – Type Polos Tanpa adanya Plat pada bagian
dalamnya.
ELASTOMERIC BEARING PADS POLOS (400x300x20)5

Sesuai dengan standart SNI 03-3967-2008 ( Spesifikasi Perletakan Elastomer Jembatan Tipe
Polos dan Tipe Laminasi dan standart AASHTO M 251 – 04 ( standard Specification for
Plain and laminated Elatomeric Bridge bearings ), Kami telah mengirimkan berbagai macam tipe Elastomeric Bearing Pads untuk berbagai aplikasi di dunia konstruksi.

Gada Bina Usaha sebagai PIONEER ON LINE SHOP Produk KARET KONSTRUKSI
( Karet Bantalan, Rubber Pads, Rubber Sheet, Elastomeric Bearing Pads, Rubber Strip, Rubber Protection, etc.) dan telah mengirimkan produk-produk tersebut ke berbagai wilayah di Indonesia.
kami juga melayani pembuatan Rubber Fender Dermaga, Loading Dock Bumper, Expansion Joint Rubber, Aksesoris Dermaga, Bollard, Anchor Bolt sesuai pesanan dengan ukuran custom dengan desain dari customer.

varian rubber  fender

P1060485

P1060049

P1060063

P1060052

coupling1

Rubber Bumper Model D

IMG_2625

Circular Bearing Pad

seismic bearing pad

IMG_0106

Pakis-20131226-00837

BOLLARD - GADA BINA USAHA

P1050564

 

Konstruksi Jembatan

3D for bridge1 3D for bridge2 3D for bridge3

                     Jembatan adalah suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan lain-lain. Desain dari jembatan bervariasi tergantung pada fungsi dari jembatan atau kondisi bentuk permukaan bumi dimana jembatan tersebut dibangun.

Menurut strukturnya jembatan dibagi menjadi sebagai berikut :

1.      Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway, berada tepat di selatan Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m).

beam bridge

2.   Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).

2012-01-27_230250_1305873 IMG_4227

3.   Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia.

rainow_bridge_canada

4.    Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .

Suspension_bridgesuspension_400-7838c1eb2e5a526cbf545a1be6aef4840604153a-s6-c30 url

5.  Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.

jembatan kanal banjir barat jembatan kanal banjir barat1 Yokohama

6.  Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang.

Arakawa

jembatan-soekarno-hatta-di-malang-jawa-timur-rentan-rubuh-karena-_140111094124-54408072013095-754259BMT5OHzCcAE-CL1

 

7.      Jembatan Bisa Pindah (Movable Bridge)

Jembatan bisa pindah adalah jembatan yang biasanya terletak di sungai atau selat di mana di bagian tengah jembatan bisa bergerak naik-turun atau diangkat karena dipergunakan untuk lalu lalang kapal-kapal besar yang melewati sungai atau selat tersebut.

lake_st_bridge blynman_bridge MG_9372 beweegbare-brug1

Jembatan ini merupakan Simbol Kota

Jika Jakarta punya Monas, Maka Batampunya Jembatan Barelang. Jembatan inilah yang digunakan oleh Pemerintah Kota Batam sebagai simbol kota tersebut dan juga ikon program Visit Batam 2010. Jembatan yang dibangun pada tahun 1992 dan selesai pada tahun 1998ini dibangun atas prakarsa BJ Habibie, yang kalaitu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, dan menelan biaya lebih dari Rp 400 miliar. Karena itulah, oleh masyarakat Kota Batam jembatan ini juga kerap disebut dengan Jembatan Habibie.

Oleh masyarakat Batam, Jembatan Barelang ini tidak hanya difungsikan untuk menghubungkan beberapa pulau saja, namun juga digunakan untuk bersantai dan melepas lelah. Maka tak heran jika pada akhir pekan ataupun hari libur, suasana ramai dapat ditemui di jembatan ini. Banyak orang yang duduk santai sambil menikmati pemandangan laut dari atas jembatan atau memancing ikan. Selain itu, jembatan ini juga turut menarik wisatawan dari luar Batam karena bentuknya yang megah menyerupai GoldenGate yang ada di San Fransisco, AmerikaSerikat.

Jembatan Tengku Raja Haji Fisabilillah merupakan jembatan yang paling terkenal dibanding lima jembatan lainnya karena menggunakan konstruksi cable stayed. Kabel-kabel baja besar digunakan sebagai pengikat jembatan. Ujung-ujung kabel terikat di tepi jalan dengan jarak tertentu, lalu ujung lainnya terkumpul pada satu titik di atas puncak tonggak beton setinggi 200 m. Dari kejauhan, bentuk jembatan ini akan tampak seperti jaring raksasa berbentuk segitiga. Namun, katika semakin mendekat, bentuk jembatan ini akan mengingatkan pengunjung pada Golden Gate. Berdiri di jembatan ini, dan menghadap ke arah jembatan kedua, pengunjung dapat melihat pemandangan yang indah berupa hamparan laut dan juga pulau-pulau kecil yang ada di sekitar kedua pulau ini.

Agar dapat lebih menikmati perjalanan di jembatan ini, pengunjung disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Namun jika tidak memiliki kendaraan pribadi, Anda dapat menggunakan Metro trans (angkutan umum Kota Batam) dengan tarif antara Rp 3.000-Rp 5.000 atau pengunjung juga dapat menyewa taksi yang banyak melintas di sekitar jembatan. Biaya sewa taksi memang akan lebih mahal daripada bus, namun pengunjung bisa lebih santai untuk menikmati perjalanan ini.

Di kedua ujung jembatan pertama terdapat banyak warung yang menyediakan aneka makanan dana minuman. Jadi, jika merasa lelah para pengunjung dapat beristirahat sejenak di warung-warung ini. Di akhir pekan ataupun hari-hari libur, di sepanjang jembatan ini akan banyak ditemui pedagang kaki lima yang menjajakan beragam jenis minuman dan makanan seperti es kelapa muda, jagung bakar dan peyek udang. Selain itu, ada juga penjual bensin eceran dan juga tukang tambal ban dadakan. Siapa tahu dalam menyusuri jembatan, pengunjung kehabisan bensin.