Siar Muai (Expansion Joint) Tipe Asphaltic Plug

Asphaltic
Sambungan siar muai di Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pelaksana sering mengalami kesulitan saat mengerjakan expansion joint di lapangan. Dalam melaksanakannya sangat diperlukan ketrampilan dan pengalaman untuk memasangnya. Kendala yang dijumpai biasanya dikarenakan kurangnya bahan-baku dan sumber-daya manusia yang memadai, serta sulitnya mengemas material agregat yang memenuhi syarat dan kompleksnya metode kerja yang dibuat.
Sering kita melihat pada jembatan baru maupun jembatan lama, sambungan siar muai tidak mencapai umur yang direncanakan dan terjadi kerusakan seperti lepas-lepas pada bagian-bagian tertentu sehingga akan mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Atas dasar tersebut, sambungan siar muai sekarang ini mengalami peralihan ke suatu metoda siar muai yang lebih praktis untuk jembatan yaitu jenis asphaltic plug. Jenis ini merupakan jenis siar muai dengan material yang berbasis aspal yang berfungsi untuk mengisi celah dari dua bidang konstruksi yang bergerak.
Bahan dibutuhkan harus terbuat dari karet elastomer khusus, aspal anti oksidasi, anti streeping dan bahan aditif lainnya agar menghasilkan material yang memiliki sifat ulet, tangguh, elastic, fleksibel, daya lekat tinggi, tahan air dan tahan oksidasi. Sehingga struktur jembatan akan memenuhi kriteria kekuatan, keamanan, kenyamanan dan ketahanan.
IMG_6493IMG_6494Asphaltic Plug Joint (1)Asphaltic Plug Joint (2)IMG_6496IMG_6490
Uraian Penjelasan
Jenis struktur siar muai bergantung pada jenis pergerakan struktur yang disambungkan dan sesuai gambar rencana. Siar muai jenis Aspaltic Plug mampu menahan pergerakan struktur secara longitudinal, transversal dan rotasi. Bahan Aspaltic Plug juga mampu menahan fleksibel, menahan air, tahan terhadap cuaca, dan dapat menahan beban dinamis kendaraan dapat memberikan kenyamanan kepada penguna jalan. Ketebalan siar muai jenis ini sangat tergantung ukuran celah sambungan dan besarnya pergerakan dengan tebal minimum 50 mm dan lebar minimum terisi oleh bahan aspaltic 300 mm. Siar muai jenis ini termasuk jenis siar muai type tertutup, siar muai lainya ialah siar muai type NJ Joint.
Bahan-Bahan
 
Bahan sambungan siar muai type Asphatic Plug, terdiri dari rubberised bitumen binder, single size agregate ,dan plat baja. Bitumen binder merupakan campuran dari bitumen, polymer, filler dan surface active agent. Plat baja yang digunakan sebagai dasar sambungan siar muai jenis ini harus dapat menahan dampak pemuaian akibat panas yang ditimbulkan oleh bitumen binder pada saat pelaksanaan dan mempunyai tebal dan lebar yang sesuai dengan ukuran celah sambungan.
Pelaksanaan
a. Pemotongan Lapisan Aspal dan Pembongkaran
teknik memotong aspal untuk sambungan siar muai
Gambar pemotongan lapisan aspal dan pembongkaran
Aspal yang akan dipotong diberi garis dengan menggunakan kapur. Pemotongan dilakukan dengan alat cutter concrete yang memiliki mata pisau yang sangat tajam. Pelaksanaan pemotongan dan pembongkaran lapisan aspal harus dilakukan minimal selebar desain rencana. Untuk proses pembongkaran dilakukan dengan menggunakan alat  jack hammer.
Setelah dilaksanakan pemotongan dan pembongkaran bagian tersebut harus dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa aspal. Pembersihan dilakukan dari debu dan kotoran-kotoran dimaksudkan agar aspal bitumen dapat menempel pada sisi-sisi lapis permukaan lama sehingga membuat ikatan atara aspal lama dengan aspal baru menjadi sangat kuat dan juga lentur sehingga dapat menerima beban yang bekerja secara bersamaan.
b. Pemasangan Tali dan Plat Baja
pekerjaan pemasangan plat baja untuk sambungan siar muai
Gambar pemasangan tali dan plat baja
Setelah sambungan yang dibongkar dalam kondisi siap, maka pada bagian celah dalam 30 mm dari bagian dasar dimasukkan tali tambang. Lapisi seluruh sisi yang dibongkar dengan menggunakan aspal bitumen yang berfungsi sebagai pengikat antara bagian aspal lama dengan aspal baru. Pasangkan baja dalam kondisi datar tidak ada beda tinggi antara sisi-sisinya ini dimaksudkan agar pada saat menerima beban dari atas plat baja tidak bergerak yang menyebabkan siar muai retak.
c. Pemasangan Agregat
pemanasan agregat untuk mengerjakan asphatic plug
Gambar pemanasan agregat via aspalbinder.blogspot.co.id
Agregat sebelum digelar harus dipanaskan terlebih dahulu sampai suhu 200 derajat dengan alat pemanas tertentu (indirect heating) dimana suhu dapat terkendali dengan baik dan dapat menghasilkan panas yang merata pada seluruh agregat. Penghamparan lapis pertama setebal 40 mm yang kemudian dicor dengan aspal karet yang sudah dipanaskan dengan cara indirect heating sampai suhu 200 derajat agar aspal karet tersebut dapat berpenetrasi kedalam semua rongga antar agregat.
Proses ini diulangi untuk ketebalan selanjutnya, sampai elevasi yang ditentukan. Setelah penghamparan agregat selesai selanjutnya dipadatkan dengan menggunakan alat compector sampai agregat saling mengunci dan padat.
d. Penghamparan Aspal Bitumen
metode expantion joint tipe asphatic plug
Gambar penghamparan aspal bitumen
Setelah semua agregat padan selanjutnya cor kembali dengan aspal bitumen yang berfungsi sebagai waterproofing agar air tidak masuk kedalam bagian agregat.
Penyebab Kerusakan
Kerusakan yang terjadi pada siar muai umumnya disebabkan karena beban tonase kendaraan yang lewat melebihi kapasitas yang diizinkan, mungkin juga disebabkan oleh kondisi bearing pad yang mati sehingga jembatan menjadi struktur jepit jepit (seharusnya jepit dan rol), dan proses yang pelaksanaan yang tidak sempurna yang menyebabkan air masuk kedalam siar muai. Proses pekerjaan siar muai tidak boleh dilakukan pada kondisi hujan karna dapat menurunkan temperatur suhu aspal bitumen harus tetap terjaga dengan kondisi suhu yang panas.
SIFAT FISIK PRODUK
Tampak visual ……………………………….….………….. Padatan dan Elastis dan Ulet
Warna ………..……………………………………………… Hitam
Berat Jenis (gr/cc)…………………………………….……… > 1,5
Cone penetration test 60°C (0.1mm, 5 dtk, 100 gr)…….…… 10 – 12 dmm
Titik lembek (softening point), ring and ball test °C….……  125o – 128o C
Tes kemiringan (flow resistence) %…………………………0
Suhu tuang °C……………………………………………… 180
Titik nyala dan titik bakar °C………………………………. 324/ 340
Kelekatan pada batuan %…………………………………… 99%
Demikian pembahasan mengenai expantion joint tipe asphatic plug.
Semoga bermanfaat..

Berikut Video “Asphaltic Plug Joint Replacement”

Kontak kami untuk kebutuhan ASPHALTIC PLUG JOINT anda.
CV. Gada Bina Usaha
Perusahaan Spesialis Produk Karet Konstruksi (PIONEER)
legalitas jelas – untuk customer luar pulu kami produsen dan penjual terpercaya (list customer ada.

Alamat Workshop :
Asrikaton Indah F6 GRAHA GBU Pakis – Malang
Recomended Seller Rekening Bank atas nama Perusahaan bukan Pribadi jaminan keamanan transaksi.
HOTLINE : 081233069330
Julius Andreas

Advertisements

ASPHALTIC PLUG JOINT

ASPHALTIC PLUG JOINT  adalah material binder atau “SIAR MUAI” yang bermutu tinggi.
Sebagai hasil modifikasi  dari bahan aspal  dan karet sintetis dan atau elastomer
serta bahan lainnnya sehingga produk ini bersifat  kuat, liat, elastis, dan lebih tahan panas
(jauh diatas ASTM), yang diperuntukkan sebagai binder pada sambungan siar muai untuk jembatan dan jalan layang, khususnya dinegara beriklim tropis seperti di Indonesia.
Dimana beban traffic seringkali diatas ambang batas.

 

KEUNGGULAN PRODUK

  •  Liat, ulet, elastis dan tidak tembus air (Waterproof).
  •  Daya Lekat yang tinggi.
  •  Perawatan yang mudah.
  •  Pemasangan dan perbaikan yang mudah dan sederhana.
  •  Sanggup bertahan pada temperatur / suhu ruang yang tinggi , khususnya di daerah tropis.
  •  Tidak mudah teroksidasi dan terkontaminasi oleh bahan kimia lain.

 

 

 

 

Asphaltic Plug Bridge Joint System (1)Asphaltic Plug Joint (2)Asphaltic Plug Bridge Joint System (2)

DESKRIPSI

ASPHALTIC JOINT PLUG
adalah hasil formulasi yang presisi dari aspal minyak, elastomer polymer, material filler, dan stabilisator, serta beberapa material lain yang kemudian dilelehkan pada temperatur tertentu , dicampurkan hingga homogen, sampai akhirnya didapat produk yang bermutu tinggi, yang sesuai dengan kondisi ekstrim di Indonesia. Selanjutnya pada pemasangan dilapangan, ASPHALTIC PLUG JOINT dipanaskan kembali, lalu  ditambahkan aggregate
dengan ukuran tertentu yang bersih dan lulus uji mutu, dengan pelaksanaan teknis pemasangan yang sesuai prosedur standar yang telah baku.
Produk ini kami produksi dengan kontrol mutu yang ketat.

Sifat fisik produk
Tampak visual ……………………………….………………. Padatan dan Elastis dan Ulet
Warna ………..………………………………………………… Hitam
Berat Jenis (gr/cc)…………………………………….……… > 1,5
Cone penetration test 60°C (0.1mm, 5 dtk, 100 gr)……. 10 – 12 dmm
Titik lembek (softening point), ring and ball test °C….. 125o – 128o C
Tes kemiringan (flow resistence) %………………………. 0
Suhu tuang °C…………………………………………………. 180
Titik nyala dan titik bakar °C……………………………….. 324/ 340
Kelekatan pada batuan %……………………………………. 99%

PELAKSANAAN DI LAPANGAN
Semua permukaan pada rencana tempat siar muai dipasang harus dipastikan dalam keadaan kering,
bersih dari pasir, debu dan dari semua partikel lainnya, serta dikeringkan dengan udara panas dari kompresor.
Lebur ASPHALTIC PLUG JOINT pada boiler dengan mixer khusus sampai pada temperatur leleh (180° C),
jaga temperatur agar tidak lebih dari temperatur maksimum, jangan dipanaskan berlebihan,
dan perlu diusahakan agar tidak lebih dari 8 jam dalam keadaan panas, sebab kualitas produk akan berkurang.
Campurkan batu aggregate dengan ukuran tertentu dan lulus uji mutu yang sudah dibersihkan  dan dipanaskan dalam barrow mix ,
kemudian aspal panas dan batu panas dituangkan kedalam beli mix, kemudian diaduk dengan perbandingan tertentu sampai homogen dan adukan  siap untuk dipasang,
dengan mengikuti prosedure standar yang ada. Sebaiknya setiap adukan produk, atau ASPHALTIC PLUG JOINT   yang sudah dilelehkan dan
kemudian didinginkan kembali,  tidak dipakai lagi untuk pekerjaan berikutnya.

LINGKUNGAN, KESELAMATAN KERJA, KESEHATAN KERJA, SERTA TRANSPORTASI
Perhatian ekstra akan norma keselamatan kerja (Safety First) terhadap para personil harus diberikan ketika melaksanakan aplikasi produk ini.
Sarung tangan, kacamata pelindung, pakaian kerja yang sesuai, serta sepatu khusus harus dipakai oleh personil yang terlibat dengan pekerjaan ini.
Demikian juga dengan rambu dan tanda khusus lalulintas pada lokasi ketika pelaksanaan.
Pengangkutan produk ini dari satu lokasi kelokasi lain di Indonesia tidak memerlukan izin khusus, baik itu berdasarkan peraturan nasional maupun internasional,
sebab ASPHALTIC PLUG JOINT  tidak berbahaya bagi mahluk hidup maupun lingkungan.

Berikut Video “Asphaltic Plug Joint Replacement”
Kontak kami untuk kebutuhan ASPHALTIC PLUG JOINT anda.
CV. Gada Bina Usaha
Perusahaan Spesialis Produk Karet Konstruksi (PIONEER)
legalitas jelas – untuk customer luar pulau kami produsen dan penjual terpercaya (list customer ada).

Alamat Workshop :
Asrikaton Indah F6 GRAHA GBU Pakis – Malang
Recomended Seller Rekening Bank atas nama Perusahaan bukan Pribadi jaminan keamanan transaksi.
HOTLINE :
Julius Andreas

Call/WA : 081233069330
BBM : 25B1BC84

Asphaltic Joint Plug

ASPHALTIC JOINT PLUG  merupakan material binder atau SIAR MUAI yang bermutu tinggi.

Sebagai hasil modifikasi  dari bahan aspal  dan karet sintetis dan atau elastomer

serta bahan lainnnya sehingga produk ini bersifat  kuat, liat, elastis, dan lebih tahan panas

(jauh diatas ASTM), yang diperuntukkan sebagai binder pada sambungan siar muai untuk jembatan dan jalan layang, khususnya dinegara beriklim tropis seperti di Indonesia.

Dimana beban traffic seringkali diatas ambang batas.

Asphaltic Expansion Joint (1)

 

Keunggulan produk

  •  Liat, ulet, elastis dan tidak tembus air (Waterproof).
  •  Daya Lekat yang tinggi.
  •  Perawatan yang mudah.
  •  Pemasangan dan perbaikan yang mudah dan sederhana.
  •  Sanggup bertahan pada temperatur / suhu ruang yang tinggi , khususnya di daerah tropis.
  •  Tidak mudah teroksidasi dan terkontaminasi oleh bahan kimia lain.

Asphaltic Plug Bridge Joint System (2)

Asphaltic Plug Joint (2)

Asphaltic Plug Bridge Joint System (1)

 

 

Deskripsi

ASPHALTIC JOINT PLUG

adalah hasil formulasi yang presisi dari aspal minyak, elastomer polymer, material filler, dan stabilisator,

serta beberapa material lain yang kemudian dilelehkan pada temperatur tertentu ,

dicampurkan hingga homogen, sampai akhirnya didapat produk yang bermutu tinggi,

yang sesuai dengan kondisi ekstrim di Indonesia. Selanjutnya pada pemasangan dilapangan,

ASPHALTIC PLUG JOINT dipanaskan kembali, lalu  ditambahkan aggregate

dengan ukuran tertentu yang bersih dan lulus uji mutu, dengan pelaksanaan teknis pemasangan yang

sesuai prosedur standar yang telah baku.

Produk ini diproduksi dengan kontrol mutu yang ketat.

 

 

Sifat fisik produk

 

Tampak visual ……………………………….…..Padatan dan Elastis dan Ulet

Warna ………..……………………………………………………………………. Hitam

Berat Jenis (gr/cc)…………………………………….………………………… > 1,5

Cone penetration test 60°C (0.1mm, 5 dtk, 100 gr)………….… 10 – 12 dmm

Titik lembek (softening point), ring and ball test °C……….……  125o – 128o C

Tes kemiringan (flow resistence) %………………………………………0

Suhu tuang °C……………………………………………………………..……..180

Titik nyala dan titik bakar °C………………………………………………..324/ 340

Kelekatan pada batuan %…………………………………………………….99%

 

 

Pelaksanaan dilapangan

Semua permukaan pada rencana tempat siar muai dipasang harus dipastikan dalam keadaan kering,

bersih dari pasir, debu dan dari semua partikel lainnya, serta dikeringkan dengan udara panas dari kompresor. Lebur ASPHALTIC PLUG JOINT pada boiler dengan mixer khusus sampai pada temperatur leleh (180° C),

jaga temperatur agar tidak lebih dari temperatur maksimum, jangan dipanaskan berlebihan,

dan perlu diusahakan agar tidak lebih dari 8 jam dalam keadaan panas, sebab kualitas produk akan berkurang.

Campurkan batu aggregate dengan ukuran tertentu dan lulus uji mutu yang sudah dibersihkan  dan dipanaskan dalam barrow mix ,

kemudian aspal panas dan batu panas dituangkan kedalam beli mix, kemudian diaduk dengan perbandingan tertentu sampai homogen dan adukan  siap untuk dipasang,

dengan mengikuti prosedure standar yang ada. Sebaiknya setiap adukan produk, atau ASPHALTIC PLUG JOINT   yang sudah dilelehkan dan

kemudian didinginkan kembali,  tidak dipakai lagi untuk pekerjaan berikutnya.

 

Lingkungan, Keselamatan kerja, Kesehatan kerja serta Transportasi

 

Perhatian ekstra akan norma keselamatan kerja (Safety First) terhadap para personil harus diberikan ketika melaksanakan aplikasi produk ini.

Sarung tangan, kacamata pelindung, pakaian kerja yang sesuai, serta sepatu khusus harus dipakai oleh personil yang terlibat dengan pekerjaan ini.

Demikian juga dengan rambu dan tanda khusus lalulintas pada lokasi ketika pelaksanaan.

Pengangkutan produk ini dari satu lokasi kelokasi lain di Indonesia tidak memerlukan izin khusus, baik itu berdasarkan peraturan nasional maupun internasional,

sebab ASPHALTIC PLUG JOINT  tidak berbahaya bagi mahluk hidup maupun lingkungan.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑